Home Kegiatan Berawal dari Dapur, Bertumbuh Menjadi Komunitas

Berawal dari Dapur, Bertumbuh Menjadi Komunitas

by admin

Komunitas Memasak RKI BIPEKA Cipedak hadir sebagai ruang berbagi keterampilan, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat pemberdayaan keluarga.

Belasan ibu tampak serius memperhatikan cara melipat adonan karipap. Ada yang masih mencoba merapikan lipatan pertama, ada pula yang mulai percaya diri membentuk karipap dengan lipatan yang rapi. Sesekali terdengar tawa ketika hasilnya belum sesuai harapan. Suasana hangat itulah yang mewarnai latihan bersama Komunitas Memasak RKI BIPEKA Cipedak di rumah Bu Yati, Rabu (8/7).

Sepintas, kegiatan itu tampak seperti pelatihan memasak biasa. Padahal, inilah awal dari ikhtiar yang lebih besar: menghadirkan ruang belajar bagi ibu-ibu untuk berbagi keterampilan, saling menguatkan, sekaligus mempererat silaturahmi melalui dunia kuliner.

Komunitas ini berawal dari antusiasme peserta pelatihan membuat roti yang digelar pada peringatan Hari Kartini tahun lalu. Keinginan untuk terus belajar bersama kemudian melahirkan Komunitas Memasak RKI BIPEKA Cipedak yang kini beranggotakan sekitar 23 orang, terdiri atas ibu rumah tangga hingga pelaku usaha kuliner rumahan.

Ketua PEK RKI BIPEKA Cipedak, Rita Dwi Haryati, mengatakan komunitas ini dibentuk sebagai wadah bagi ibu-ibu yang memiliki minat di bidang kuliner untuk belajar sekaligus berbagi pengalaman. “Harapan kami, Komunitas Memasak RKI BIPEKA Cipedak dikenal sebagai tempat ibu-ibu belajar bersama, mengembangkan UMKM, dan saling menguatkan melalui kegiatan memasak,” ujarnya. Ke depan, komunitas ini juga diharapkan dapat berkolaborasi melalui bazar dan berbagai kegiatan masyarakat.

Semangat itu juga dirasakan para peserta. Salah satunya, Bu Titin, yang mengaku tidak hanya mendapat keterampilan baru, tetapi juga teman dan lingkungan belajar yang menyenangkan. “Alhamdulillah senang sekali bisa ikut komunitas ini. Jadi punya banyak teman dan bisa saling berbagi ilmu. Untuk jualan saya memang belum percaya diri karena belum sempat praktik sendiri. Tapi pelatihan ini memberi ide usaha yang menarik. Insyaallah kalau nanti sudah mahir dan rasa karipapnya sudah enak, saya ingin mencoba menjualnya,” ujarnya.

Sebagai salah satu penggagas komunitas, Bu Yati menjelaskan bahwa tidak ada guru tetap dalam komunitas ini. Setiap anggota yang memiliki keterampilan mendapat kesempatan menjadi narasumber sesuai bidang yang dikuasainya. “Hari ini kita belajar dari orang lain. Besok, siapa tahu kita yang berbagi ilmu,” katanya.

Karipap dipilih sebagai menu pelatihan perdana karena memiliki nilai jual yang baik, tetapi tetap dapat dibuat dengan bahan yang ekonomis sehingga mudah dipraktikkan di rumah. “Kalau nanti bisa menjadi peluang usaha tentu alhamdulillah. Kalau belum, minimal ibu-ibu punya tambahan variasi menu untuk keluarga,” ujarnya.

Komunitas Memasak RKI BIPEKA Cipedak berencana menggelar latihan bersama setiap tiga bulan dengan menu yang terus berganti. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini diharapkan memperluas jejaring antarpeserta sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi usaha kuliner rumahan.

Menjelang akhir kegiatan, Bu Yati membagikan satu pesan sederhana yang menjadi pengingat bahwa memasak bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga tentang kehangatan dalam keluarga. “Setiap ibu sebaiknya punya menu khas untuk keluarganya. Tidak harus mewah. Justru masakan sederhana itulah yang sering membuat anak rindu pulang,” tuturnya.

Kalimat itu seolah merangkum semangat Komunitas Memasak RKI BIPEKA Cipedak. Bukan semata mengajarkan cara membuat karipap, melainkan menghadirkan ruang bagi ibu-ibu untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama. Sebab, dari dapur yang sederhana sering kali lahir kehangatan yang menguatkan sebuah keluarga.

Spread the love

You may also like

Leave a Comment