DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Selatan melalui Bidang Pembinaan Umat dan Kerukunan Umat Beragama (BPUKB) menggelar Pelatihan dan Workshop Dai & Khotib pada Ahad (2/8/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh DPC PKS se-Jakarta Selatan, dengan masing-masing DPC mengirimkan lima orang peserta.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPD PKS Jakarta Selatan Furqoni Yudhistira, Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS Ade Suherman, serta Kepala Bidang Pembinaan Umat dan Kerukunan Umat Beragama (BPUKB) DPD PKS Jakarta Selatan Tarsono.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya PKS Jakarta Selatan dalam menyiapkan kader-kader yang memiliki kompetensi sebagai dai dan khotib. Kebutuhan akan khotib yang berkualitas terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas dakwah dan pembinaan umat di berbagai masjid dan lingkungan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua DPD PKS Jakarta Selatan Furqoni Yudhistira menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar melatih kemampuan berbicara di depan publik, tetapi mempersiapkan para kader sebagai penjaga mimbar dan penerus risalah dakwah Rasulullah SAW.
Mengutip sabda Rasulullah SAW, “Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat,” Furqoni mengingatkan bahwa setiap muslim memiliki tanggung jawab menyampaikan kebaikan. Menurutnya, seorang khotib harus memiliki tiga bekal utama, yaitu ilmu yang kuat, akhlak yang mulia, serta kepedulian yang tinggi terhadap persoalan umat.
“Kita membutuhkan khotib yang mampu merangkul, bukan memukul; menyatukan, bukan memecah-belah. Khutbah harus menghadirkan solusi, harapan, dan optimisme bagi masyarakat. Saya berharap melalui dauroh ini lahir dai dan khotib yang berilmu, berakhlak, serta mampu menjadi teladan dan agen perubahan di tengah masyarakat,” ujar Furqoni.
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS Ade Suherman mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan yang diinisiasi BPUKB. Ia membagikan pengalamannya ketika mulai belajar menjadi khotib sejak masih duduk di bangku SMA.
“Awalnya saya sering gugup. Ketika berdiri di atas mimbar, materi yang sudah dipersiapkan bisa tiba-tiba hilang. Namun semakin sering mendapat kesempatan, semakin terbiasa. Jam terbang sangat penting. Kebutuhan khotib dan dakwah tidak akan pernah habis hingga akhir zaman. Karena itu kader-kader kita harus terus meningkatkan kapasitas agar siap menjadi khotib yang baik,” ungkap Ade.
Sementara itu, Kepala Bidang BPUKB DPD PKS Jakarta Selatan Tarsono menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan pengembangan masjid-masjid satelit yang akan dikelola oleh kader PKS.
“Ke depan kami sedang menyiapkan masjid-masjid satelit yang dikelola oleh anggota. Kehadiran masjid-masjid tersebut tentu membutuhkan banyak khotib yang memiliki kompetensi dan siap mengemban amanah dakwah,” jelas Tarsono.
Pada sesi pembekalan, Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A. menekankan pentingnya seorang dai memahami secara tepat persoalan ibadah dan muamalah, sehingga mampu memberikan bimbingan yang proporsional kepada masyarakat. Menurutnya, seorang dai tidak cukup hanya pandai menyampaikan ceramah, tetapi juga harus membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Seorang dai harus siap menjadi imam ketika dibutuhkan, menjadi makmum ketika waktunya menjadi makmum, dan menjadi pendengar yang baik. Dakwah akan lebih efektif ketika dilakukan dengan kedekatan, keteladanan, dan kebersamaan bersama masyarakat,” pesan Hidayat Nur Wahid.
Pelatihan dan Workshop Dai & Khotib berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui kegiatan ini, DPD PKS Jakarta Selatan berharap lahir semakin banyak dai dan khotib yang memiliki kapasitas keilmuan, akhlak, dan kemampuan komunikasi yang baik, sehingga mampu menjadi perekat persatuan umat, menguatkan nilai-nilai keislaman, serta menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
