Di tengah padatnya aktivitas dan dinamika kehidupan yang tak pernah berhenti, setiap muslim membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak, menata hati, dan melakukan penguatan spiritual. Berangkat dari semangat itulah, puluhan anggota perempuan Pelopor DPC PKS Tebet berkumpul dalam Kajian Penguatan Ruhani bertajuk “Selangkah Lebih Dekat kepada Allah” yang diselenggarakan di Riyadus Sholihin, Ahad (28/6).
Kegiatan diawali dengan membaca Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan Zikir petang bersama seluruh peserta, sehingga suasana di sore itu terasa lebih syahdu dan penuh keberkahan.
Menghadirkan Ustadzah Erika Suryani D., Lc., MA sebagai narasumber, kajian ini pun sekaligus mengingatkan bahwa dakwah tidak hanya membutuhkan semangat, tetapi juga spiritual yang terus dijaga. Dengan materi berjudul ‘Bersegera dalam Kebaikan’, Ustadzah Erika mengingatkan bahwa seorang muslim tidak seharusnya menunda kesempatan untuk beramal. Menurutnya, setiap peluang amal adalah nikmat yang belum tentu datang untuk kedua kalinya.
Sekitar 65 peserta tampak khidmat saat diajak memahami bahwa ‘Bersegera’ bukan berarti tergesa-gesa tanpa pertimbangan, melainkan memiliki semangat untuk segera menyambut setiap peluang kebaikan dengan adab, ilmu, dan niat yang lurus. “Bersegera itu bukan tergesa-gesa, namun bagaimana kita merespons”, ujar Ustadzah Erika.
Beliau juga mengajak peserta untuk menjaga keseimbangan antara khauf (rasa takut kepada Allah) dan roja’ (harapan akan rahmat Allah). “Khauf menjaga kita dari lalai dan maksiat, sedangkan roja’ menumbuhkan optimisme untuk terus berbenah tanpa putus asa”, ujar beliau lagi.
Dengan konsep kajian yang sederhana dan penuh keakraban, peserta duduk melingkar di atas hamparan karpet sambil menyimak materi yang disampaikan Ustadzah Erika. Sesekali peserta tersenyum ketika beliau menyampaikan ilustrasi kehidupan sehari-hari, lalu kembali larut menyimak materi sambil mencatat poin-poin penting.
Momen diskusi pun berlangsung lebih cair dan penuh kekeluargaan. Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi dibuka. Beberapa peserta bergantian mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman pribadi mengenai upaya menjaga konsistensi ibadah di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Karena keterbatasan waktu, panitia terpaksa membatasi jumlah penanya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan kenang-kenangan kepada Ustadzah Erika sebelum kegiatan ditutup dengan doa dan foto bersama. Momen sederhana tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian kajian. “Kami berharap setiap peserta pulang bukan hanya membawa ilmu, tetapi juga membawa hati yang lebih tenang, iman yang lebih kuat, dan semangat baru untuk terus berbuat kebaikan,” tutur Ibu Bening Lupiana, BKAP DPC PKS Tebet.
Di tengah derasnya tuntutan kehidupan, ‘Penguatan Ruhani’ mengingatkan bahwa menjaga spiritual bukan sekadar kebutuhan pribadi, tetapi juga bekal utama bagi setiap anggota dalam melayani masyarakat dan menebar manfaat. Sebab, hati yang terhubung dengan Allah akan melahirkan langkah dakwah yang lebih kokoh, ikhlas, dan berkelanjutan.
