Di bawah langit yang mulai beranjak dari siang ke sore, mentari perlahan condong ke barat, menyinari kawasan Pancoran dengan cahaya lembut yang hangat. Di sebuah pos ronda sederhana, beberapa warga berkumpul, bersantai di sela-sela aktivitas harian. Kali ini, program PKS Menyapa kembali hadir, merangkul warga, mendengar cerita mereka, dan membuka ruang untuk berdiskusi.
Pak Hasan mulai membuka obrolan dengan senyum lebar. “Gimana kabarnya, bapak ibu? Ada yang baru di Jakarta?” tanyanya ringan, membuka suasana.
Tak butuh waktu lama, pembicaraan pun bergulir ke topik Pilkada. Nama Ridwan Kamil dan Suswono mulai disebut-sebut. “Saya dukung Rido, Mas,” ujar salah satu warga yang datang sedikit terlambat sambil menghela napas sehabis kerja. “Lihat aja Ridwan Kamil, banyak prestasi. Kalau dia jadi gubernur Jakarta, saya yakin bisa bikin kota ini lebih hidup.”
Seorang Ibu yang duduk di sampingnya langsung menimpali, “Iya, apalagi Suswono, dia udah lama malang melintang di pemerintahan. Jadi kalau pasangan Rido yang maju, kita bisa lebih tenang. Mereka tahu apa yang dibutuhkan warga Jakarta.”
Perbincangan itu terus mengalir. Obrolan di pos ronda sore itu terasa berbeda, ada semangat optimisme yang kental di udara. Bukan hanya soal siapa yang akan dipilih, tapi juga harapan besar akan Jakarta yang lebih manusiawi, kota yang nyaman ditinggali, tidak hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi ke depan.
Melalui program PKS Menyapa, PKS berusaha mendekatkan diri pada warga, mendengar keluh kesah mereka, dan mencari solusi bersama. Dari obrolan ringan di pos ronda, dukungan terhadap pasangan Rido semakin menguat. Warga mulai percaya bahwa Ridwan Kamil dan Suswono adalah sosok pemimpin yang mereka butuhkan yang punya visi besar dan hati untuk rakyat kecil.
Sore itu, di antara kehangatan perbincangan dan semburat jingga di langit Pancoran, harapan baru untuk Jakarta perlahan tumbuh. “Kalau kita mau perubahan,” ucap seorang Ibu sambil menatap ke arah matahari yang hampir tenggelam, “kita harus dukung pemimpin yang punya niat baik dan kemampuan. Saya percaya, Jakarta bisa lebih baik di tangan Rido.”
