AL Mansyur : Jangan Khawatir, Masih Banyak Jalan Menuju Kampanye di JIS

Spread the love

Pembatalan sepihak tanpa alasan yang jelas terhadap sejumlah bus yang direncanakan untuk mengangkut pendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) ke Kampanye Akbar di Jakarta International Stadium (JIS) pada 10 Februari mendatang, merupakan tindakan yang sangat meresahkan dan menggugah kesadaran kita akan pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi.

Penting untuk diingat bahwa kegiatan kampanye adalah bagian integral dari proses demokrasi, di mana setiap pasangan calon memiliki hak untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerjanya kepada masyarakat. Pembatalan ini tidak hanya merugikan para pendukung yang telah membayar biaya pemesanan secara tunai, tetapi juga menciptakan nuansa tekanan yang tidak seharusnya terjadi dalam konteks pesta demokrasi.

Ketua DPD PKS Jakarta Selatan, AL Mansyur dengan tegas menyatakan bahwa para pendukung AMIN tetap akan hadir di Kampanye Akbar tersebut, bahkan siap berjalan kaki jika diperlukan. Kesulitan mendapatkan bus tidak akan menjadi penghalang, dan semangat mereka untuk mendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar tidak akan surut.

Namun, lebih dari sekadar kendala logistik, tampaknya ada pola ketidaksetujuan terhadap berlangsungnya kampanye AMIN. Pindahnya lokasi kampanye di beberapa daerah dan kesulitan mendapatkan bus mungkin hanya beberapa contoh dari rangkaian peristiwa yang menciptakan ketidaknyamanan bagi pasangan AMIN. Pesawat yang dipersulit mendarat dan spanduk yang tiba -tiba lenyap merupakan indikator lain dari upaya untuk menghambat kelancaran jalannya kampanye.

Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah kesulitan ini sengaja diatur oleh oknum-oknum tertentu dengan maksud tertentu? Apakah ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menghambat proses demokrasi dan hak rakyat untuk memilih pemimpin yang diinginkan?

Relawan AMIN menjelaskan bahwa kesulitan mencari bus tidak akan menghentikan semangat mereka. Dengan tekad yang kuat, mereka bersedia melakukan long march atau berjalan kaki menuju JIS jika perlu. Ini bukan hanya sebuah perlawanan terhadap kesulitan logistik, tetapi juga pernyataan kuat bahwa tidak ada halangan yang dapat meredam semangat untuk perubahan yang diusung oleh Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Para relawan ini akan naik motor, sepeda, angkot, trans jakarta, gojek, kereta, atau berjalan kaki untuk menuju lokasi ’Kampanye AMIN”

Penting untuk menegaskan bahwa demokrasi adalah hak setiap warga negara. Tidak boleh ada kekuatan apapun yang berupaya menghalang-halangi kehendak rakyat dan merugikan proses kampanye yang seharusnya berjalan adil dan demokratis. Hak untuk menyuarakan pendapat dan dukungan politik harus dihormati dan dilindungi, tanpa adanya intimidasi atau tekanan.

Kita harus bersatu untuk menolak segala bentuk ketidakadilan dan memastikan bahwa proses demokrasi berjalan sesuai dengan prinsip-prinsipnya. Pihak-pihak terkait, termasuk penyelenggara kampanye dan penegak hukum, diharapkan dapat memastikan bahwa setiap pelanggaran terhadap nilai-nilai demokrasi diatasi dan bertanggung jawab. Hanya dengan menjaga integritas demokrasi, kita dapat memastikan bahwa suara rakyat benar-benar terwakili, dan pilihan mereka dihormati. (ADM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *