
Bidang Tani dan Nelayan (Bitanel) PKS Jaksel menggagas berdirinya Sekolah Tani Kota. Program ini diharapkan menjadi model alternatif dalam pemberdayaan anggota PKS dan juga warga masyarakat di Jakarta Selatan. Materi program yang diberikan kepada para peserta sekolah tani dan kelompok tani diarahkan pada aspek pengetahuan. Tentang seluk beluk tanaman, pupuk, cara bercocok tanam, hama dan penyakit tanaman, cara membuat media tanam yang baik subur, dan lain-lain.
Melalui Sekolah Tani, Bidang Tani PKS Jaksel mencoba memperbaiki pengetahuan, pengalaman dan skill bercocok tanam para anggota dan masyarakat. Harapannya para anggota PKS Jaksel mempunyai pengetahuan tentang bercocok tanam yang baik dan benar. Sehingga nantinya dapat mengedukasi dan memberikan pelatihan-pelatihan kepada warga masyarakat, dan lebih terorganisir, kata Ketua Bitanel PKS Jaksel, Bang Setiyawan, di rooftop DPD PKS Jaksel, Ahad (13/6).
Bang Seti, demikian ia akrab disapa, menambahkan bahwa sasaran peserta awal sebanyak 15 peserta (offline/tatap muka) per angkatan yang merupakan anggota PKS Jaksel. Akan tetapi berhubung pandemi covid mengalami kenaikan, maka sekolah tani diadakan secara virtual online. “Ada plus minusnya untuk kelas online, kekurangan online yaitu peserta tidak dapat langsung hands on melihat prakteknya. Sementara keuntungannya, peserta lebih banyak dan bisa diikuti oleh siapa saja dimanapun berada,” ujar Bang Setiyawan.
Sekolah Tani melalui online pada Sabtu (19/6) kemarin diikuti peserta 83 orang, bahkan ada yang hadir dari Serang dan Riau. Untuk jadual selanjutnya Sekolah Tani akan diadakan setiap Sabtu malam secara online, lama pendidikannya adalah satu bulan dengan 4 kali pertemuan.
Setiap bulan, Bitanel DPD PKS Jaksel akan membuka gelombang yang baru kembali, “Kita harapkan setelah lulus mereka mengetahui bagaimana tata cara bercocok tanam yang baik, dan menjadi duta duta tani di tengah – tengah masyarakat katanya.”
Program sekolah tani ini menurut Bang Setiyawan sangat didukung oleh pimpinan DPD PKS Jaksel dan juga bidang – bidang lainnya. “Harapannya, program ini bisa berkelanjutan terus,” pungkasnya.
