Tanpa sorotan media dan publikasi besar-besaran, PKS Jakarta Selatan sejak awal telah menggerakkan seluruh mesin politiknya, bahkan hingga ke tingkat terkecil organisasi seperti korte (koordinator RT) dan kornit (koordinator unit). Dengan strategi gerakan senyap yang cermat, mereka melakukan pendekatan langsung kepada warga, menyapa, dan berinteraksi dari pintu ke pintu.
Para anggota PKS ini tidak hanya sekadar mengenalkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil dan Suswono (yang dikenal dengan sebutan RIDO), tapi juga berupaya mengajak masyarakat untuk memilih mereka. Melalui diskusi hangat dan pesan yang mengena, setiap anggota menyampaikan visi-misi yang diusung oleh pasangan nomor urut 1 ini.
Apa yang terlihat di permukaan seolah hanya aktivitas biasa, namun kenyataannya PKS telah berhasil membangun dukungan dari level akar rumput. Bahkan, tidak sedikit warga yang menyatakan mulai mengenal lebih jauh siapa RIDO dan menyatakan minat untuk mendukung pasangan ini di Pilkada mendatang.
Gerakan ini menjadi bukti bahwa kekuatan sebuah organisasi politik tidak melulu ditentukan oleh publikasi besar atau kampanye megah, tapi justru dari interaksi personal dan pendekatan yang menyentuh hati warga. Strategi “door to door” ala PKS Jaksel ini menjadi kekuatan tersembunyi yang bisa menjadi faktor penentu hasil akhir Pilkada. Siapa sangka, tanpa gegap gempita, PKS mampu merangkul banyak pemilih baru dan memperkuat basis dukungannya secara masif.
Satu hal yang pasti, gerakan senyap ini telah menjadi ‘efek domino’ di kalangan anggota hingga level bawah, menginspirasi semangat juang untuk terus maju dan memenangkan RIDO sebagai pemimpin baru Jakarta. Bersiaplah, Pilkada Jakarta kali ini akan menarik !
