Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid sangat mengapresiasi antusiasme struktur birokrasi masyarakat seperti kecamatan dan kelurahan yang mendukung dan memfasilitasi terselenggaranya Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama komponen tokoh masyarakat. Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini merupakan amanat UU No.17 Tahun 2014 tentang MD3.
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa kaum perempuan Indonesia juga tidak kecil jasanya. HNW menyebut banyak pahlawan dari kaum perempuan seperti Cut Nyak Dien, Laksamana Hayati dan lainnya.
Itulah salah satu informasi yang diungkapkan anggota legislatif PKS dapil Jakarta Selatan saat memberikan meteri Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada anggota PKK dan Majelis Taklim Pesanggrahan, Rabu (29/11).
“Dari sini seharusnya juga ada istilah founding mothers. Bangsa ini tidak hanya digagas oleh founding fathers,” ujar HNW. Dua perempuan itu disebutnya yakni, Maria Ulfah dan Siti Sukaptinah Soenarjo Mangoenpoespito. Maria Ulfah adalah perempuan pertama dari Indonesia yang mampu meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Leiden, Belanda. Dia selain pejuang kaum perempuan juga seorang pendidik yang mengajar di Perguruan Rakyat dan Muhammadiyah. Sedang Siti Sukaptinah adalah guru di Taman Siswa dan aktivis di Jong Islamieten Bond Dames Afdeling (JIBDA). Banyak organisasi digeluti oleh Siti seperti Wanita Putera, Fujinkai, dan terlibat dalam Kongres Perempuan I sampai IV.
HNW mengatakan dua perempuan tersebut terlibat langsung dalam penyusunan dasar dan konstitusi negara. Dua perempuan itu bagian dari 60 anggota BPUPKI, badan yang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. “Dua perempaun tersebut terlibat langsung dalam perdebatan dasar dan konstitusi negara,” pungkasnya.
Sementara Bang Tarsono, seorang tokoh Jakarta Selatan mengatakan bahwa peran dan posisi kaum perempuan Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tidak hanya dalam perjuangan fisik. Di balik bangsa yang besar dan sukses ada perempuan – perempuan pejuang konsisten dengan nilai – nilai ideologi bangsanya. Mereka tidak tergelincir dengan tipu daya dan tawaran kekuasaan dari penjajah asing yang memiskinkan dan membodohi Bangsa Indonesia. “Wanita itu tiang negara, jika tiangnya kokoh maka kuatlah negara itu menghadapi berbagai rintangan dan ujian,” ujar Bang Tarsono.




Banyak wilayah di ibukota memakai nama tumbuhan. Hal itu menunjukkan beragamnya kekayaan hayati Jakarta di masa lampau. Sayangnya, saat ini banyak daerah tersebut tidak lagi memiliki tumbuhan khas sesuai nama daerah tersebut.
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menilai, banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga daya beli yang rendah adalah fakta yang dirasakan masyarakat.
Dewan Pimpinan Pusat Rumpun Masyarakat Betawi (DPP RMB) mengundang Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid, pada acara milad ke-8 RMB yang digelar besok, di Condet, Jakarta, Sabtu, 14 Oktober 2017.
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menilai pemerintah harusnya tidak mencabut moratorium reklamasi teluk Jakarta. Pencabutan moratorium harusnya dilakukan setelah berbagai aspek hukum seperti Perda Reklamasi dikeluarkan Pemprov DKI.
Dengan tema kebhinnekaan, keyakinan dan beragama, disertai dengan peristiwa sejarah menjadi salah satu bahan sosialisasi yang disampaikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid saat memberikan materi sosialisasi Empat Pilar MPR RI di hadapan 1.600 peserta yang hadir pada acara “Apel Kebangsaan, Milad 52 Tahun KOKAM Pemuda Muhammadiyah dan Diksuspimwil” Provinsi Sumatera Utara. Acara tersebut berlangsung di Alun-alun Deli Serdang, Jum’at (6/10).
Pancasila dinilai harus dipahami, dipraktikkan, dan diperjuangkan agar menjadi garansi integritas bangsa. Langkah tersebut ditegaskan bisa mencegah terulangnya tragedi G30S/PKI. Hal itu sebagaimana diungkapkan Wakil Ketua MPR RI 2014–2019 sekaligus politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid.
Alumni Pesantren Gontor yang menempuh studi di Madinah selama 13 tahun ini mengambil topik mengenai momen hijrah Nabi Muhammad ke Madinah yang kini diperingati sebagai Tahun Baru Islam, yang menjadi penentu bagi umat Islam Indonesia untuk memiliki rujukan dalam perjalanan dan perjuangan Islam.
Di hadapan sekitar 300 peserta, HNW mengatakan, dialog ini merupakan kelanjutan dari kegiatan MPR bekerjasama dengan masyarakat termasuk di wilayah Cilacap.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid mengajak seluruh pihak mengedepankan silaturahim dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari masyarakat luas, pejabat negara, TNI, Polri, dan semuanya tanpa terkecuali.
