“Dengan panahan, saya bisa belajar fokus,” ujar Bang Adi, salah satu pengurus PKS Jaksel Bidang Polhukam. Panahan memiliki manfaat melatih daya fokus. Saat melakukan kegiatan memanah, kita dilatih untuk memusatkan fikiran pada satu titik yang hendak dicapai. Ketika fikiran kita terpusatkan pada satu titik, dengan sendirinya tubuh akan merespon dan bergerak menuju target.
Sementara Bang Yamin, sekum PKS Jaksel mengatakan, olahraga panahan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk latihan konsentrasi. Selain itu, panahan juga mampu mengasah mental para pengurus. “Dalam proses memanah, seseorang tentu memiliki titik target. Dari hal ini, mental akan terbentuk saat busur mengenai sasaran, ataupun kalau belum mengenai sasaran,” ujar Bang Yamin.
Sementara Bang Mansur, Ketua DPD PKS Jaksel mengetakan bahwa, “Memanah melatih emosi kita. Ketika target sudah diletakan, namun emosi kita gugup, marah, atau kurang sabar, maka sudah barang tentu tujuan bakal mudah melenceng. Panahan melatih kita untuk belajar tenang serta mengatur emosi.”
“Memanah bisa melatih kepercayaan diri saya,” ujar Bang Arya dari Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan.
Materi yang disampaikan instruktur tidak hanya dalam bentuk teori tetapi juga langsung dipraktekkan. Kegiatan ini berlangsung dua hari di camp selaras Cikidang Sukabumi. Camp tampak ramai dengan riuh tawa canda para pengurus PKS Jaksel baik laki – laki maupun perempuan. Setelah acara gathering yang lain, para pengurus antusias mengikuti kelas dadakan, belajar memanah.
“Kita harus bisa menjaga keseimbangan tangan, badan, tetap tenang, pandangan fokus ke sasaran”, pesan salah satu instruktur kepada para pengurus PKS Jaksel yang memasuki sesi wajib latihan memanah, sebuah olahraga atau seni beladiri yang sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Rasulullah SAW bersabda “Kamu harus belajar memanah karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.”
Para pengurus PKS Jaksel berlatih dengan menggunakan botol dan kaleng sebagai sasaran, sementara mata anak panah diganti dengan bahan yang tidak runcing, agar tidak membahayakan. Botol dan kaleng mulai menjadi sasaran empuk anak panah yang dilepaskan dari busur para pengurus PKS Jaksel. Tidak semua pengurus berhasil meluncurkan anak panahnya tepat mengenai target. Rasa penasaran mendorong mereka untuk mengulanginya. Awalnya jarak target diletakan di jarak 5 meter, kemudian akan digeser ke 10 meter, kemudian terakhir digeser lagi di titik 15 meter. “Tetap tenang, pegang busur dengan benar, santai dan gunakan powernya,” teriak instruktur.
“Panahan bisa menjadi sarana kami untuk melatih kesabaran, konsistensi, dan fokus,” ujar Bu Erni salah satu pengurus Bidang Sosial. “Bisa juga nih, untuk obat stres,” canda Bang Pandu dari bidang Kepanduan dan Olah Raga.






Tepat pukul 17.20 Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Sakhir Purnomo beserta rombongan mengunjungi posko mudik mobile PKS Jakarta Selatan yang letaknya bersebelahan dengan agen Bus AKAP Sinar Jaya pada Jumat (23/6/2017).



Jakarta sebagai ibukota Indonesia identik dengan kehidupan metropolitan yang gemerlap dan hedonis. Tetapi cahaya religiusitas masih bersinar di kota ini, cahaya itu kian terasa di akhir – akhir ramadhan seperti saat ini. Jakarta kini, 22 Juni 2017 memasuki usianya yang ke-490. Ibu Kota Indonesia itu lahir pada 22 Juni 1527 dengan nama Jayakarta. Tanggal tersebut diketahui merupakan hari di mana pasukan Fatahillah sebagai panglima Kesultanan Demak merebut Sunda Kelapa dari kekuasaan Portugis. 490 sebuah usia yang harusnya sudah cukup matang dan dewasa untuk menyelesaikan berbagai masalah internalnya. Namun kita ketahui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan sampai kini. Kini ulang tahun Jakarta terjadi di akhir – akhir bulan ramadhan, di 10 hari terkahir bulan ramadhan, dimana sebagain warga Jakarta duduk bersimpuh memanjatkan doa dan dzikir di masjid – masjid, sholat taraweh atau sholat malam, itikaf, khataman Qur’an dan lain – lain.
