Suara Iron Stock-nya PKS di Jakarta adalah sekitar 9,34 persenan. Namun tidak dapat dipungkiri, PKS masih menjelma menjadi kekuatan Islam yang diperhitungkan di Ibu Kota. PKS Jakarta masih dikenal sebagai partai yang lebih solid. Banyak kondisi dan situasi yang telah menguji kesolidan mereka. Oleh karena PKS Â terus dan selalu mengecheck dan menguji akan kesolidannya.
Konsolidasi kader itu bisa menjadi tonic yang melecut gairah kader-kader PKS. Hal ini dapat kita lihat dari berbagai reaksi mereka di jejaring sosial. Semua bersemangat, bersatu, mengabarkan dan mendoakan. Bahkan beberapa kader yang selama ini santai pun seolah-olah terbangunkan. Luar biasa!
Terlepas dari kekalahan di pilkada DKI 2012 maupun menurunnya posisi perolehan Pemilu legislatif 2014 di Jakarta, kesolidan kader merupakan kemenangan tersendiri. Kalah menang adalah hal yang biasa dalam pertarungan. Petarung tangguh adalah yang tersungkur 100 kali dan bangkit melawan dengan gagah 101 kali. Tak pernah menyerah, tak kenal lelah.
Gairah dan kebersamaan sedang tumbuh kembali dari seluruh lapisan kader dan simpatisan. Konsolidasi optimisme 2016 yang antusias membuktikan bahwa ketaatan kader terhadap partai masih tinggi. Sekali lagi, PKS mulai membuktikan kesolidannya. Loyalitas terhadap keputusan Partai, mengalahkan pendapat – pendapat personalnya. Di PKS, siapapun orangnya, tidak bisa pribadi mengalahkan kekuatan struktural. Semua harus tunduk patuh apapun keputusan struktur.
Tahun baru biasanya target baru atau resolusi baru, untuk mengoptimalkan raihan target – target PKS di periode 2016 – 2020, maka para kader PKS se-Jakarta harus mulai bekerja keras sejak sedini mungkin. Salah satunya yang dilakukan di awal tahun 2016 ini, koordinasi maupun konsolidasi antar kader Jakarta.

