Keterlibatan kaum muda dalam proses regenerasi kepemimpinan dibahas dalam rapat rutin rembug reboan di kantor sekretariat DPD PKS Jaskel, Rabu (25/10). PKS Jakarta Selatan memiliki komitmen bagi berjalannya regenerasi politik anak muda di level manapun.
“Kami di jajaran BPH PKS Jaksel, mengintruksikan bahwa suksesi kepemimpinan DPRa (ranting) PKS di seluruh Jaksel harus sudah selesai maksimal akhir tahun 2017 ini. Tahun 2018 dan 2019, kami akan bawa kalian berlari, jadi siapkan dan munculkan kader – kader pemimpin muda untuk berkiprah di DPRa. Harapannya para leader muda ini memiliki stamina yang kuat untuk berlari menembus kabut dan pematang waktu,” kata Al Mansur, Ketua DPD PKS Jaskel dihadapan seluruh ketua DPC PKS seJakarta Selatan dan juga seluruh BPH dan ketua Bidang PKS Jakarta Selatan.
“Ke depan, PKS Jaksel butuh leader DPRa yang berani berpikir dan bertindak out of box, visioner dan berpihak pada umat yang lebih lebih baik dan berkualitas,” Imbuh Al Mansur.
Kepemimpinan adalah amanah. Oleh karena itu, setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya di sisi Allah SWT. Rasulullah saw bersabda, ”Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya …” (Mutafaq ‘alaih).
Berdasarkan hal itu kepemimpinan dalam Islam lebih ditempatkan dalam konteks tanggung jawab. Kita patut renungkan pidato Abu Bakar ra pada saat pelantikannya sebagai khalifah (kepala negara):
“Orang yang lemah di antaramu menjadi kuat di sisiku sehingga aku memberikan hak-haknya kepadanya. Dan, orang-orang yang kuat di antaramu menjadi lemah di sisiku sehingga aku mengambil darinya barang-barang yang bukan haknya. Taatilah aku selama aku taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dan jika aku tidak taat, maka tidak ada keharusan bagi kalian untuk taat kepadaku.”






Pemilih dari kalangan kaum santri sering menjadi bahasan menarik. Dari 2,2 juta penduduk Jaksel, 91 persennya adalah pemeluk Islam. Dalam jumlah persentasi tersebut tidak sedikit jumlah pemilih santri.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menilai, banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga daya beli yang rendah adalah fakta yang dirasakan masyarakat.
Dewan Pimpinan Pusat Rumpun Masyarakat Betawi (DPP RMB) mengundang Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid, pada acara milad ke-8 RMB yang digelar besok, di Condet, Jakarta, Sabtu, 14 Oktober 2017.
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menilai pemerintah harusnya tidak mencabut moratorium reklamasi teluk Jakarta. Pencabutan moratorium harusnya dilakukan setelah berbagai aspek hukum seperti Perda Reklamasi dikeluarkan Pemprov DKI.
Hubungan yang baik terus dijalin oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Selatan dengan Jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Hal ini sangat diperlukan untuk sinkronisasi dan saling dukung partisipasi pembangunan di Wilayah Jakarta Selatan ke depan.


