Lebih dari 50 anak dan orang tua di Jatipadang telah merasakan manfaat Taman Baca Senyum, gerakan literasi yang diinisiasi Rumah Keluarga Indonesia (RKI) PKS Jatipadang kecamatan Pasar Minggu untuk menumbuhkan kembali budaya membaca di tengah meningkatnya penggunaan gawai pada anak. Melalui perpaduan kegiatan membaca, bermain edukatif, dan pembinaan karakter Islami, program ini menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan, inklusif, dan ramah bagi keluarga.
Fenomena anak yang semakin akrab dengan layar gawai dan semakin jauh dari buku menjadi perhatian RKI Jatipadang. Padahal, membaca merupakan fondasi penting dalam membangun imajinasi, kemampuan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi, serta kecintaan belajar sejak usia dini. Berangkat dari kondisi tersebut, Taman Baca Senyum dihadirkan sebagai alternatif kegiatan positif yang mudah diakses masyarakat agar anak-anak kembali akrab dengan buku dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang menyenangkan.
Program ini diluncurkan tahun lalu pada Juli 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional sebagai wujud komitmen RKI Jatipadang dalam menghadirkan ruang tumbuh yang mendukung perkembangan anak. Sejak diluncurkan, kegiatan ini rutin diselenggarakan sedikitnya satu kali setiap bulan secara bergilir di berbagai lokasi, mulai dari taman hingga pelataran masjid di wilayah Jatipadang, Jakarta Selatan. Kegiatan terakhir berlangsung pada 8 Juli 2026, menandai konsistensi program dalam mendekatkan budaya literasi kepada masyarakat.
Hingga kini, setiap pelaksanaan Taman Baca Senyum diikuti sekitar 10–20 peserta dengan total lebih dari 50 anak dan orang tua yang telah berpartisipasi. Konsep berpindah lokasi dipilih agar semakin banyak keluarga dapat mengakses kegiatan literasi tanpa harus datang ke satu tempat tertentu. Kehadiran program ini menjadi ruang alternatif bagi anak-anak untuk mengisi waktu luang dengan aktivitas yang edukatif, sekaligus mempererat interaksi dengan teman sebaya, orang tua, dan lingkungan sekitar.
Selain menyediakan beragam koleksi buku bacaan anak, kegiatan ini juga menghadirkan permainan edukatif dan permainan tradisional yang mendorong kreativitas, kerja sama, serta interaksi sosial. Seluruh rangkaian aktivitas dikemas dalam suasana santai sehingga anak-anak dapat merasakan bahwa membaca bukan sekadar kewajiban, melainkan kegiatan yang menyenangkan.
Sebagai pelengkap, tersedia Pojok Hafalan, yaitu ruang belajar yang mengajak anak-anak menghafal doa-doa harian dan surat-surat pendek Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya diajak mencintai buku, tetapi juga dibimbing menanamkan nilai-nilai keislaman sebagai bekal pembentukan karakter sejak dini. Perpaduan literasi dan pendidikan karakter tersebut menjadi ciri khas Taman Baca Senyum dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Penanggung Jawab (PJ) Taman Baca Senyum, Ama, mengatakan program ini lahir sebagai respons terhadap tantangan era digital yang membuat anak-anak semakin dekat dengan gawai, namun semakin jauh dari kebiasaan membaca. “Kami ingin menumbuhkan kesadaran literasi sejak usia dini. Di tengah derasnya arus informasi digital, anak-anak perlu dibekali kemampuan membaca, berpikir kritis, dan menyaring informasi dengan bijak. Melalui Pojok Hafalan, kami juga ingin menanamkan nilai-nilai Islam agar mereka memiliki fondasi agama yang kuat dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujar Ama.
Menurut Ama, keluarga memegang peranan penting dalam membangun budaya membaca karena kebiasaan tersebut berawal dari lingkungan terdekat anak. Ia berharap Taman Baca Senyum tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bersama yang mempererat hubungan antara anak, orang tua, dan masyarakat melalui kegiatan membaca, bermain, serta belajar agama.
Antusiasme terhadap program ini juga datang dari para orang tua. Salah seorang peserta, Icha, mengaku Taman Baca Senyum menjadi alternatif kegiatan yang bermanfaat sekaligus dinantikan anak-anak. “Kegiatan seperti ini membuat anak kembali merasakan serunya membaca buku, bukan hanya bermain gawai. Bukunya juga menarik dan bisa dinikmati secara gratis, sehingga anak-anak semakin semangat datang dan membaca bersama teman-temannya,” kata Icha.
Ke depan, RKI Jatipadang berkomitmen untuk terus mengembangkan Taman Baca Senyum agar dapat menjangkau lebih banyak anak dan keluarga. RKI Jatipadang juga mengajak masyarakat, komunitas, pegiat literasi, serta para dermawan untuk berpartisipasi melalui donasi buku, dukungan kegiatan, maupun kolaborasi lainnya. Melalui semangat kolaborasi, Taman Baca Senyum diharapkan terus tumbuh sebagai gerakan literasi berbasis masyarakat yang menginspirasi, sehingga semakin banyak anak kembali akrab dengan buku, memiliki kemampuan berpikir kritis, berkarakter, serta berakhlak mulia sebagai bekal menghadapi masa depan.
