Home Kegiatan Rakor Bidang Petani DPD-DPC Perkuat Ekosistem Pertanian di Jaksel

Rakor Bidang Petani DPD-DPC Perkuat Ekosistem Pertanian di Jaksel

by admin

Dalam upaya memperkuat kemandirian pangan sekaligus membangun ekosistem ekonomi masyarakat berbasis pertanian, Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan (BPPN) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) DPD–DPC PKS se-Jakarta Selatan pada Ahad, 19 Juli 2026, pukul 09.30–12.30 WIB di Kantor DPD PKS Jakarta Selatan. Rakor ini menghasilkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat Sekolah Tani Ternak Nelayan (STTN), Duta Tani, Kelompok Tani (PokTan), dan Pasar Tani sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan hingga tingkat DPC dan DPRa. Rakor diikuti pengurus BPPN DPD Jakarta Selatan serta perwakilan BPPN dari seluruh DPC se-Jakarta Selatan.

Mengusung amanah Musyawarah Nasional (Munas), Rakor menegaskan bahwa STTN tetap menjadi program unggulan BPPN yang akan terus dijalankan mulai dari tingkat DPW, DPD, DPC, hingga DPRa apabila memungkinkan. Program ini diproyeksikan menjadi wadah mencetak kader-kader yang memiliki kompetensi di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan sekaligus mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

Dalam arahannya, Agus Priyona menekankan pentingnya menghimpun alumni STTN untuk kemudian diseleksi menjadi Duta Tani. Para Duta Tani diharapkan mampu menyelenggarakan STTN secara mandiri di DPC masing-masing sehingga proses kaderisasi dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Ia juga mendorong pengaktifan kembali Kelompok Tani (PokTan) serta pembentukan grup WhatsApp Pasar Tani di setiap DPC dengan melibatkan seluruh anggota sebagai sarana membangun jejaring pemasaran hasil pertanian.

Sementara itu, Sekretaris BPPN DPD, Setiawan, menyampaikan bahwa alumni STTN diharapkan dapat berkembang menjadi Trainer Level B agar mampu melahirkan kader-kader baru di daerahnya masing-masing. Ia juga menegaskan pentingnya pendataan dan legalisasi PokTan di setiap DPC, bahkan diupayakan terbentuk hingga tingkat RW. Dengan kelembagaan yang kuat, PokTan akan lebih mudah memperoleh akses terhadap berbagai bantuan, seperti bibit, pupuk, dan sarana pertanian lainnya melalui fasilitasi DPW.

Selain itu, Setiawan mengungkapkan rencana pembentukan Koordinator Wilayah (KorWe) oleh DPW serta mendorong setiap DPC memiliki program unggulan sebagai persiapan Pasar Tani. Kehadiran Pasar Tani diharapkan tidak hanya menjadi wadah pemasaran hasil pertanian, tetapi juga mampu menghidupkan kantor DPC melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Program utama BPPN yang menjadi fokus ke depan meliputi STTN, Pasar Tani, dan Duta Tani sebagai satu kesatuan ekosistem pemberdayaan dari proses pembelajaran hingga pemasaran.

Rakor juga menghadirkan sesi inspiratif bertajuk “Ekosistem Pasar Tani BPPN dan Cara Mengemas Sayuran” yang disampaikan oleh Muhammad Farhan Ramadhan. Dalam paparannya, ia menegaskan, “Berkebun bukan hanya menanam, tetapi juga menciptakan sumber cuan dan keberkahan.” Menurutnya, petani perlu memiliki kemampuan tidak hanya dalam budidaya, tetapi juga dalam mengembangkan hasil panen menjadi peluang usaha yang bernilai tambah.

Peserta dibekali berbagai strategi untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, mulai dari penerapan sistem pre-order (PO) agar produksi sesuai kebutuhan pasar, teknik memanen sayuran agar tetap segar dan tidak cepat layu, hingga cara mengemas pakcoy dan berbagai jenis sayuran lainnya dengan standar layaknya supermarket. Ia menambahkan bahwa produk yang dipanen dan dikemas dengan baik akan memiliki daya tarik serta nilai jual yang lebih tinggi di mata konsumen.

Rangkaian materi dan hasil Rakor ini menegaskan komitmen BPPN untuk membangun ekosistem pertanian yang utuh, mulai dari pembinaan sumber daya manusia melalui STTN, penguatan kelembagaan PokTan, pengembangan Duta Tani, hingga perluasan akses pemasaran melalui Pasar Tani. Dengan sinergi seluruh jajaran BPPN, setiap DPC diharapkan mampu menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang melahirkan pertanian produktif, ekonomi yang mandiri, serta memperkuat ketahanan pangan di lingkungan sekitarnya.

Spread the love

You may also like

Leave a Comment