Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid melakukan penanaman jenis pohon Bintaro di kelurahan Bintaro dalam kunjungan reses anggota legislatif DPR RI daerah pemilihan Jakarta Selatan, ahad (5/11).
Cuaca di daerah Bintaro kecamatan Pesanggrahan sangat cerah saat Dr. Hidayat Nur Wahid dan warga bersama menanam pohon. Penyiraman pun dilakukan setelah pohon ditanam.
Pohon Bintaro yang ditanam adalah pohon bernama latin Cerbera Manghas, mungkin dari nama pohon inilah mengilhami nama kelurahan Bintaro di Jakarta Selatan berasal. Pohon ini banyak dijumpai di Jakarta sebagai pohon penghijauan di berbagai tempat di Jakarta. Pada tahun 2009 pohon ini pernah membuat geger, pasalnya buah, daun, dan getah pohon ini mengandung cerberin yang beracun. Pohon Bintaro sering disebut juga sebagai Mangga Laut, Buta Badak, Babuto, dan Kayu Gurita, dalam bahasa Inggris tanaman ini dikenal sebagai Sea Mango.
Walaupun beracun dan berbahaya, pohon Bintaro sebenarnya dapat diolah dan dimanfaatkan untuk kepentingan manusia, misalnya sebagai pengusir tikus, bahan baku lilin, bio-insektisida, obat luka, deodorant, dan berpotensi sebagai biodiesel. Terakhir, menurut hasil penelitian Faperta IPB, buah Bintaro bahkan bisa juga dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Malahan, bila dibandingkan dengan biji Jarak, biji Bintaro memiliki kadar minyak yang jauh lebih tinggi.
setelah acara penanaman dan penyiraman pohon Bintaro, kemudian dilanjutkan dengan perbincangan dengan para warga masyarakat. Sejumlah pejabat keluarahn kecamatan dan tokoh masyarakat dan agama ikut hadir dalam reses tersebut.


Banyak wilayah di ibukota memakai nama tumbuhan. Hal itu menunjukkan beragamnya kekayaan hayati Jakarta di masa lampau. Sayangnya, saat ini banyak daerah tersebut tidak lagi memiliki tumbuhan khas sesuai nama daerah tersebut.
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menilai, banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga daya beli yang rendah adalah fakta yang dirasakan masyarakat.
Dewan Pimpinan Pusat Rumpun Masyarakat Betawi (DPP RMB) mengundang Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid, pada acara milad ke-8 RMB yang digelar besok, di Condet, Jakarta, Sabtu, 14 Oktober 2017.
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menilai pemerintah harusnya tidak mencabut moratorium reklamasi teluk Jakarta. Pencabutan moratorium harusnya dilakukan setelah berbagai aspek hukum seperti Perda Reklamasi dikeluarkan Pemprov DKI.
Dengan tema kebhinnekaan, keyakinan dan beragama, disertai dengan peristiwa sejarah menjadi salah satu bahan sosialisasi yang disampaikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid saat memberikan materi sosialisasi Empat Pilar MPR RI di hadapan 1.600 peserta yang hadir pada acara “Apel Kebangsaan, Milad 52 Tahun KOKAM Pemuda Muhammadiyah dan Diksuspimwil” Provinsi Sumatera Utara. Acara tersebut berlangsung di Alun-alun Deli Serdang, Jum’at (6/10).
Pancasila dinilai harus dipahami, dipraktikkan, dan diperjuangkan agar menjadi garansi integritas bangsa. Langkah tersebut ditegaskan bisa mencegah terulangnya tragedi G30S/PKI. Hal itu sebagaimana diungkapkan Wakil Ketua MPR RI 2014–2019 sekaligus politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid.
Alumni Pesantren Gontor yang menempuh studi di Madinah selama 13 tahun ini mengambil topik mengenai momen hijrah Nabi Muhammad ke Madinah yang kini diperingati sebagai Tahun Baru Islam, yang menjadi penentu bagi umat Islam Indonesia untuk memiliki rujukan dalam perjalanan dan perjuangan Islam.
Di hadapan sekitar 300 peserta, HNW mengatakan, dialog ini merupakan kelanjutan dari kegiatan MPR bekerjasama dengan masyarakat termasuk di wilayah Cilacap.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid mengajak seluruh pihak mengedepankan silaturahim dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari masyarakat luas, pejabat negara, TNI, Polri, dan semuanya tanpa terkecuali.


Komisi I DPR RI didatangi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Rudiantara untuk secara khusus membahas masalah kejahatan siber dan juga kelompok sindikat penebar kebencian (saracen).