
Diabetes merupakan salah satu komorbid atau penyakit penyerta yang banyak ditemukan pada pasien terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, tepatnya di peringkat ke dua yaitu sebanyak 34,4 persen kasus di Indonesia.
Prevalensi pasien pengidap diabetes di Indonesia mencapai 6,2 persen, yang artinya ada lebih dari 10,8 juta orang menderita diabetes per tahun 2020. Dengan data ini, 1 dari 25 penduduk Indonesia atau 10 persen dari penduduk Indoneia mengalami diabetes
Kesehatan adalah modal utama manusia untuk menjalani kehidupan. Namun apabila seseorang didiagnosa diabetes melitus atau hipertensi, bagaimana cara mencegah dan berdamai dengan penyakit tersebut? Apakah dari hasil riset penyakit diabetes dan hipertensi itu bisa disembuhkan? Minum obat diabetes dan hipertensi seumur hidup apakah akan merusak ginjal? Apakah terapi herbal/alternatif efektif melawan diabetes dan hipertensi? Bagaimana mencegah penyakit dengan sindrom metabolik ini? Bagaimana bisa tetap bugar dan produktif bagi penyandang penyakit hipertensi dan diabetes?
Hal inilah yang dibahas dan dijawab dalam webinar kesehatan online yang difasilitasi oleh Bidang Kesejahteraan Sosial DPD PKS Jakarta Selatan. Webinar ini berlangsung dengan narasumber tunggal Dr. Andi Pratama Dharma , Sp.PD, MSc. Webinar ini dihadiri ratusan peserta dan berlangsung pada hari Ahad (31/10) melaui virtual live zoom dan youtube PKSTV Jakarta Selatan.
Ketua DPD PKS Jaksel, Al Mansur Hidayatullah dalam sambutannya mengatakan bahwa faktor produktifitas dan imun sangat penting dan harus terus berjalan di masa pandemi, “Mengetahui penyakit diabetes dan hipertensi secara lebih dini, harapannya kita mengetahui cara bagaimana menghadapi dua penyakit tersebut. Sehingga kita akan tetap bisa bugar dan meningkatkan produktifitas.”
Al Mansyur juga mengingatkan bahwa kesehatan itu penting dan mahal, maka perlu perhatian yang besar, beliau juga menyampaikan, “Pemeriksaan kesehatan itu perintah Allah dan juga bahwa mukmin yang kuat / sehat lebih dicintai Allah SWT.”
Terakhir Al Mansyur berharap bahwa agenda webinar kesehatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan rutin, Al Mansyur juga menyatakan bahwa dengan webinar kesehatan ini semuanya dapat meningkatkan imunitas dan produktifitas.
