DPRa PKS Cipedak kembali bekerja sama dengan Majelis Mar’atush Sholihat kembali menggelar Kajian Dhuha Tarbiyatul Aulad (Pendidikan Anak) Series pada Sabtu (11/7) di wilayah Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Mengangkat tema “Keluarga, Jalan Menggapai Istiqomah di Tengah Realita Kehidupan”, kajian menghadirkan Ustadzah Yennie Kurniawati dan diikuti 27 muslimah dari Cipedak dan sekitarnya sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.
Kajian yang rutin diselenggarakan setiap pekan kedua ini mengajak para peserta memahami bahwa keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak sekaligus benteng utama dalam menjaga keimanan. Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan perubahan zaman, keluarga yang dibangun di atas nilai iman dan takwa diyakini akan lebih kokoh menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Dalam penyampaiannya, Ustadzah Yennie Kurniawati menjelaskan bahwa istiqamah dalam keluarga tidak lahir secara instan, melainkan dibentuk melalui kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Ia mengajak para orang tua menjadikan Al-Qur’an dan sunah sebagai pedoman dalam setiap keputusan keluarga, membiasakan ibadah bersama seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta saling menasihati dalam kebaikan dengan penuh kasih sayang.
Beliau juga menegaskan bahwa keteladanan orang tua merupakan kunci utama pendidikan anak. Menurutnya, anak lebih mudah meniru perilaku daripada sekadar mendengar nasihat. Karena itu, suasana rumah yang dipenuhi kasih sayang, saling menghargai, saling memaafkan, dan saling mendoakan menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan keluarga. Selain itu, istiqamah menghadiri majelis ilmu dan tarbiyah menjadi salah satu ikhtiar untuk terus memperkuat keimanan seluruh anggota keluarga.
“Istiqamah bukan berarti tidak pernah jatuh, tetapi selalu bangkit, bertaubat, dan kembali kepada Allah. Keluarga yang saling menguatkan dalam kebaikan akan lebih mudah bertahan menghadapi berbagai ujian kehidupan,” tutur Ustadzah Yennie.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kajian. Materi tentang pentingnya membangun kebiasaan baik dalam keluarga mendorong mereka merefleksikan praktik yang akan diterapkan di rumah. Salah satunya disampaikan Tiar Sontani, pengurus Majelis Mar’atush Sholihat DPRa PKS Cipedak.
“Saya ingin mencoba membiasakan salat berjamaah bersama anak-anak di rumah,” ungkapnya. Pernyataan tersebut mencerminkan semangat peserta untuk mulai menerapkan materi kajian dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai penutup, panitia membagikan lembar doa untuk anak saleh dan salehah sebagai pengingat bahwa setiap ikhtiar mendidik generasi harus senantiasa diiringi doa kepada Allah SWT. Sejalan dengan sabda Rasulullah ﷺ, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya…” (HR. Tirmidzi), kajian ini diharapkan menjadi penyemangat bagi setiap keluarga untuk terus menumbuhkan keimanan, memperkuat kasih sayang, dan menjaga istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam di tengah realita kehidupan.
