Jakarta Selatan tengah digemparkan oleh sebuah inovasi kampanye unik dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Ridwan Kamil dan Suswono, yang dikenal dengan RIDO. Bukan hanya janji politik biasa, mereka hadir dengan program “traktiran” yang menyajikan delapan jenis kudapan tradisional, masing-masing mewakili program kerja konkret yang menjanjikan perbaikan untuk Ibu Kota. Warga Jakarta Selatan, terutama kaum muda dan komunitas UMKM, langsung tertarik dengan cara kreatif pasangan ini memperkenalkan visi mereka.
Seperti menikmati sajian di sebuah acara, warga disuguhkan bakwan, kue putu, laksa, petis, asinan, rujak, ketupat, dan semur, bukan sebagai makanan biasa, tapi sebagai representasi solusi untuk berbagai masalah perkotaan. Setiap kudapan disisipkan dengan makna mendalam yang menjelaskan program prioritas mereka.
1. Bakwan – “Bangun Kota Rawat Lingkungan” Bakwan ini bukan hanya makanan gurih yang disukai banyak orang, tetapi juga lambang dari misi RIDO untuk menciptakan kota yang bersih dan hijau. Program ini berfokus pada peremajaan ruang hijau, pengelolaan sampah terpadu, serta penggunaan energi ramah lingkungan di seluruh Jakarta. Mereka berencana membangun taman kota, meningkatkan fasilitas publik, dan memberdayakan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
2. Kue Putu – “Ke Mana Pun Irit dan Hemat Waktu” Kue putu mewakili ambisi pasangan RIDO untuk meningkatkan transportasi umum yang terjangkau dan efisien. Dengan proyek transportasi terintegrasi, seperti penambahan jalur busway dan peningkatan fasilitas MRT, mereka berkomitmen memotong waktu perjalanan bagi warga. Tujuannya, Jakarta tak lagi terjebak dalam kemacetan tanpa akhir, dan masyarakat bisa bepergian dengan biaya hemat.
3. Laksa – “Pelatihan Siap Kerja” Laksa, makanan khas Betawi yang penuh rasa, mewakili pelatihan siap kerja untuk generasi muda dan pengangguran di Jakarta. Program ini akan menghadirkan berbagai pelatihan keterampilan, dari IT hingga wirausaha, yang akan membuat mereka lebih kompetitif di dunia kerja. Pasangan RIDO percaya bahwa SDM unggul adalah kunci bagi Jakarta yang maju.
4. Petis – “Pendidikan (Dasar/Menengah) Gratis” Petis diartikan sebagai simbol pendidikan gratis. RIDO berkomitmen memberikan pendidikan dasar dan menengah tanpa biaya bagi seluruh anak di Jakarta, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dengan kurikulum yang lebih adaptif dan fasilitas sekolah yang lebih memadai. Mereka yakin, pendidikan yang baik adalah fondasi kemajuan masyarakat.
5. Asinan – “Agenda Solusi Hujan Aman” Asinan mencerminkan program penanggulangan banjir. RIDO berencana menghadirkan solusi permanen terhadap masalah klasik Jakarta ini, dengan memperbaiki drainase, membangun waduk penahan banjir, serta memperbanyak sumur resapan. Masyarakat tak perlu lagi khawatir saat musim hujan tiba.
6. Rujak – “Rumah Terjangkau dan Terpadu” Rujak, yang menggabungkan berbagai rasa, menyimbolkan keterpaduan dalam kebijakan perumahan. RIDO akan menyediakan rumah terjangkau untuk warga Jakarta, dengan fokus pada hunian yang layak, sehat, dan dekat dengan akses transportasi umum. Rencana pembangunan hunian vertikal dengan harga terjangkau ini diharapkan menjawab kebutuhan tempat tinggal yang semakin mendesak.
7. Ketupat – “Kredit Tanpa Bunga Akses Cepat” Ketupat sebagai lambang dari RIDO untuk menyediakan kredit tanpa bunga bagi UMKM dan masyarakat kurang mampu. Dengan akses cepat ke pembiayaan, warga dapat memulai usaha atau memperbaiki perekonomian keluarga tanpa beban bunga tinggi.
8. Semur – “Sembako Murah” Semur, sajian yang dikenal dengan cita rasa manis dan gurih, menggambarkan program sembako murah yang akan didistribusikan secara merata kepada warga Jakarta. Program ini memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang terjangkau, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Program RIDO ini tak hanya kreatif, tetapi juga mencerminkan kepekaan pasangan ini terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Pendekatan yang mudah dicerna oleh semua kalangan, terutama dengan penggunaan makanan sebagai metafora program kerja, membuat warga semakin antusias dan optimis. Banyak yang merasa terwakili dengan setiap kudapan yang ditawarkan, dari perbaikan transportasi, pendidikan, hingga solusi masalah banjir.“Konsepnya beda, ya, nggak ngebosenin dan sangat relatable sama kehidupan kita sehari-hari,” ujar Andini, warga Cilandak, Jakarta Selatan. “Saya jadi lebih paham program mereka karena dikemas dengan cara yang menarik dan menghibur.”
Pasangan RIDO tampaknya paham benar bagaimana mengemas program kerja menjadi sesuatu yang bisa dipahami dan diterima semua lapisan masyarakat. Dengan “traktiran” ini, mereka berhasil mencuri perhatian warga Jakarta Selatan, terutama dengan cara yang menyentuh aspek budaya dan kehidupan sehari-hari warga.
Jika RIDO berhasil mengimplementasikan delapan penganan politik ini, bukan hanya Jakarta Selatan, tetapi seluruh Jakarta dapat menikmati cita rasa kemajuan yang mereka tawarkan.
