Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga di kawasan perkotaan terus digencarkan. Bidang Petani Peternak Nelayan (BPPN) DPC PKS Kebayoran Lama menggelar Sekolah Tani Ternak Nelayan (STTN) di Gedung Serbaguna RW 09 Cipulir, Kebayoran Lama, pada Selasa, 16 Juni 2026. Mengusung tema “Dari Rumah Kita, Bangun Ketahanan Pangan Bangsa”, kegiatan ini diikuti 58 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK dan pengurus RT/RW. Setelah sukses dilaksanakan di wilayah DPRa PKS Grogol Selatan, BPPN kembali menghadirkan program ini untuk membekali masyarakat dengan keterampilan bertani, beternak, dan berbudidaya ikan sebagai bekal membangun kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Selama sehari penuh, tiga narasumber berpengalaman membagikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada peserta. Tintia Candra Wardhani, S.Pd., Ketua Biro Tani sekaligus Wakil BPPN DPD PKS Jakarta Selatan, menyampaikan materi Cara Menanam yang Baik. Selanjutnya, M. Farhan Ramadhan, S.E., praktisi urban farming, memaparkan konsep Integrated Urban Farming, sedangkan Rachmadi, S.E., peternak ayam, membagikan teknik Ternak Ayam Tanpa Bau. Sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, peserta mengikuti sesi materi, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan secara interaktif.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Selain mempelajari hidroponik, pertanian organik, aquaponik, pembuatan pupuk organik, dan teknik beternak ayam tanpa bau, mereka juga mempraktikkan langsung berbagai teknik budidaya yang dipandu para narasumber. Sebagai bentuk apresiasi, panitia membagikan doorprize berupa bibit cabai, tomat, terong, dan pepaya California kepada sejumlah peserta yang beruntung agar mereka dapat segera menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing.
Melalui konsep Integrated Farming atau sistem pertanian terpadu, peserta belajar mengintegrasikan budidaya tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Pendekatan ini memungkinkan pemanfaatan lahan yang terbatas secara lebih optimal, mengurangi biaya produksi, memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan. Pelaksanaan STTN di Cipulir juga menjadi bagian dari komitmen BPPN DPC PKS Kebayoran Lama untuk memperluas edukasi ketahanan pangan ke berbagai wilayah di Kebayoran Lama.
Ketua BPPN DPC PKS Kebayoran Lama, Turyatin, berharap kolaborasi bersama ibu-ibu PKK RW 09 Cipulir dapat melahirkan kelompok-kelompok urban farming yang berkelanjutan. “Semoga kolaborasi antara BPPN dan ibu-ibu PKK RW 09 Cipulir dapat menciptakan kelompok tani urban farming di wilayah Kebayoran Lama, sehingga masyarakat mampu membudidayakan, mengolah, dan mendistribusikan bahan pangan secara mandiri di lingkungan perkotaan,” ujarnya.
