Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyerahkan seekor sapi seberat 350 Kg kepada korban kebakaran Jalan Kangkung, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta. Pada pertengahan Agustus 2017, di kampung itu ada kebakaran yang menyebabkan sekitar 245 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka saat ini ada yang tinggal di rumah saudara atau sewa rumah.
Selepas menjadi khatib shalat Idul Adha 1438 Hijriyah, HNW meninjau hewan kurban, seekor sapi berwarna hitam. Menurut HNW, berkurban pada hari ini bukan hanya sekadar menyembelih hewan kurban, namun juga motivasi baik dan benar. “Yang diterima Allah bukan hanya daging hewan yang disembelih tetapi juga ketakwaan dan motivasi. Motivasi dalam kehidupan perlu disegarkan,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jumat (1/9).
Saat ini, diakuinya masyarakat terjebak pada beragam permasalahan sehingga menjadi pragmatis, individualistis, materalistik, dan tak lagi mementingkan nilai-nilai. Untuk itu, pada Idul Adha diingatkan kembali untuk menghadirkan sikap hidup yang sangat mendasar, yakni motivasi yang baik dan benar untuk mengisi kehidupan.
“Inilah yang menghadirkan kemerdekaan Indonesia. Kalau para pendiri bangsa memikirkan materi, maka Indonesia tak merdeka,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, para pendiri bangsa berjuang karena motivasi yang hebat sehingga Indonesia merdeka. HNW berpesan, dalam Idul Adha jangan menyembelih hewan kurban saja, namun sembelihlah hawa nafsu. Hawa nafsu disebut menghadirkan kekerasan, ketakadilan, dan korupsi. “Hawa nafsu akan melahirkan tragedi,” ujarnya.
Idul Adha tak hanya berdimensi ilahiyah, namun juga berdimensi kemanusiaan. Sebagai buktinya, daging kurban dibagikan kepada orang miskin. Hal demikian membuat kedekatan antarmasyarakat. “Sehingga beragama itu rahmatah lil alamin. Jadi idul adha melahirkan kebersamaan,” kata HNW.
Sumber : Republika/ 1 september 2017/Ali Mansur & Ilham Tirta

Komisi I DPR RI didatangi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Rudiantara untuk secara khusus membahas masalah kejahatan siber dan juga kelompok sindikat penebar kebencian (saracen).
Partai keadilan Sejahtera (PKS) menunggu keputusan final dari pemerintah mengenai kenaikan dana Parpol sebesar 10 kali lipat. Wakil ketua Dewan Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid mengaku tidak mau partainya bersikap duluan atas keputusan yang belum final sehingga nantinya kemudian partainya disalahkan. “Kami lihat bagaimana nanti mereka memutuskan benang merah akhirnya. Jangan sampai kemudian partai bersikap ternyata nanti mereka goreng partai yang disalahkan lagi jadi kita tunggu saja bagaimana realisasi akhir dari keputusan keputusan ini,” kata Hidayat di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (28/8/2017).
“LGBT itu sesuai dengan pancasila atau justru menyimpangi pancasila? ukurannya adalah sila pertama pancasila, ketuhanan yang maha esa, dengan sangat mudah kita tanya pada tokoh-tokoh agama, apakah agama anda membolehkan LGBT? tapi kan tidak (tidak boleh LGBT),” ujar Hidayat Nur Wahid, Selasa (8/8/2017).
Wakil ketua MPR RI Hidayat Nurwahid menyebut pendidikan yang baik, merupakan tetap mengikuti perkembangan zaman dan tidak meninggalkan Islam. Bahkan perkembangan zaman menurutnya, tidak sampai mengubah seseorang menjadi ateis dan sekuler.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid membuka seminar internasional bertema ‘Peran Perguruan Tinggi dalam Penguatan Pemikiran Islam Moderat’ di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Jakarta. Hidayat mengungkapkan bahwa Indonesia tidak hanya besar dalam jumlah penduduk beragama Islam, tapi juga dalam jumlah pendidikan Islam.
