Di sebuah sudut Jakarta yang sibuk, di antara hiruk-pikuk jalanan, Ibu Partini, seorang wanita tangguh, setiap hari mengayuh sepedanya. Setiap pagi, ia mengisi botol-botol kaca dengan ramuan tradisional yang ia racik sendiri, jamu. Dengan sepedanya, ia berkeliling, menawarkan jamu kepada warga, memberi harapan akan kesehatan yang lebih baik dengan setiap tegukannya.
Namun, di balik senyum dan keuletannya, Ibu Partini menyimpan harapan besar untuk masa depan. Ia tahu bahwa usaha jamu yang ia tekuni bertahun-tahun ini bisa berkembang lebih baik, bisa memberi lebih banyak, jika saja ia punya tambahan modal. Mimpi itu yang membuatnya terpikat saat ia bertemu dengan Ibu Gesang, seorang anggota PKS, dalam acara PKS Menyapa. Di tengah obrolan hangat, Ibu Gesang menyampaikan tentang program dari pasangan calon yang sedang ramai diperbincangkan, pasangan RIDO (Ridwan Kamil dan Suswono), yang sedang bertarung dalam Pilkada Jakarta.
Program yang paling memikat perhatian Ibu Partini adalah “KETUPAT”, singkatan dari Kredit Tanpa Bunga Akses Cepat. Ketupat ini seperti secercah cahaya bagi Ibu Partini. Bayangkan, tambahan modal tanpa beban bunga, mudah diakses pula. Sebuah peluang emas yang seolah menjanjikan jalan keluar bagi banyak ibu seperti dirinya yang ingin usaha kecilnya tumbuh lebih besar. Dengan modal tambahan dari ketupat itu, ia membayangkan bisa membeli lebih banyak bahan jamu, dan mungkin menjangkau lebih banyak pelanggan yang lebih luas.
Di sela-sela doanya, Ibu Partini berharap pasangan RIDO menang di Pilkada Jakarta. Bukan hanya karena janji-janji politik mereka, tetapi karena ia merasa program-program seperti KETUPAT benar-benar akan memberi dampak nyata bagi rakyat kecil seperti dirinya. Bagi Ibu Partini, ini bukan sekadar soal memenangkan pasangan calon, tetapi soal masa depan usaha kecilnya, masa depan keluarganya, dan masa depan harapannya.
Ketika ia kembali mengayuh sepeda di bawah terik matahari, ada semangat baru yang membakar di hatinya. Sepeda, botol-botol jamu, dan jalan yang panjang tak lagi terasa berat. Ada harapan yang menyala, ada masa depan yang ia tunggu dengan penuh optimisme. Karena di dalam setiap tegukan jamunya, ia tahu, ada doa untuk Jakarta yang lebih baik, dan ada harapan akan kemenangan pasangan RIDO yang akan membawa perubahan bagi kehidupan banyak orang, termasuk dirinya.


