Home Nasional Al Mansyur Dukung Netizen : Wayang Kulit Adalah Warisan Budaya Asli Jawa – Indonesia Bukan Malaysia

Al Mansyur Dukung Netizen : Wayang Kulit Adalah Warisan Budaya Asli Jawa – Indonesia Bukan Malaysia

by admin
Spread the love

Sebuah brand sepatu luar negeri salah menyebutkan bahwa wayang kulit merupakan warisan budaya dari Malaysia. Ketua DPD PKS Jakarta Selatan, Al Mansyur pun ikut mendukung netizen Indonesia yang protes terhadap pernyataan tersebut.

Al Mansyur mengatakan bahwa kesenian wayang secara umum memang dapat dijumpai di berbagai daerah atau berbagai kebudayaan. Setiap negara punya wayang, ada Wayang Jawa, di Jakarta ada Wayang Betawi atau sering juga disebut Wayang Tambun, ada Wayang Sasak, ada juga Wayang Potehi dari China, dan masih banyak yang lainnya.

Namun menurut Al Mansyur, untuk spesifik wayang kulit adalah wayang yang berasal dari Jawa – Indonesia. Wayang kulit mengalami perubahan saat kekuasaan Jawa dipimpin oleh Kerajaan Islam Demak. Wayang kulit yang sekarang dikenal banyak orang adalah hasil penyempurnaan dari Sunan Kalijaga. Dengan kata lain kesenian wayang kulit memang berasal dari kebudayaan Jawa, Indonesia.

Al mansyur menambahkan bahwa sejumlah pakar juga mendukung pernyataan bahwa wayang kulit merupakan budaya asli Indonesia, diantaranya ada J.L. Andries Brandes, G.A.J. Hazeu, Anker Rentse, J. Kats, dan Kruyt.

Al Mansyur juga menjelaskan bahwa pada tahun 2003, UNESCO juga telah mengakui bahwa wayang kulit merupakan warisan budaya tak benda dari Pulau Jawa, Indonesia. UNESCO menetapkan Wayang Kulit sebagai Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Karya Agung Budaya Dunia dari Indonesia. Menurut UNESCO, wayang adalah warisan budaya yang bernilai tinggi, karena merupakan sebuah seni kriya, dan penggabungan dari sastra, seni musik, sampai seni rupa.

Namun menurut Al Mansyur, polemik kesalahan yang dilakukan salah satu brand sepatu luar negeri ini juga patut diduga juga merupakan strategi marketing bisnis. Tidak sedikit pihak yang mengatakan jika hal itu juga merupakan sebuah gimmick yang diciptakan untuk mendapatkan promosi gratis dari para netizen. Sehingga ada dua kemungkinan, yakni murni karena kesalahan atau memang ada maksud strategi gimmick dalam dunia marketing bisnis.

Terakhir Al Mansyur menegaskan kembali, Wayang Kulit merupakan warisan budaya Indonesia, ketika ada pihak lain yang mengklaim maka wajar jika netizen Indonesia marah dan memprotes hal itu. Juga harapannya protes atau keberatan datang dari institusi resmi seperti kementerian kebudayaan atau pejabat pemerintahan langsung.

You may also like

Leave a Comment